Setelah 17 Tahun, Akhirnya Bisa Ngelencer

Setelah 17 Tahun, Akhirnya Bisa Ngelencer

Seputar SBW 2a
Kelompok 443 dibentuk oleh awak media cetak. Karena kesibukannya, keiinginan untuk berwisata bersama tak pernah terwujud. Baru ketika kelompok ini berusia 17 tahun, keiinginan tersebut bisa terwujud.

Kebersamaan bagi keluarga besar SBW bukan lagi sekedar kata-kata. Seperti juga dirasakan kelompok 443 yang sudah melekat dihati setiap anggotanya. Kebersamaan itupun dirasa semakin seru ketika mereka menghabiskan waktu bersama di luar pertemuan. Pada 30 Agustus lalu, kelompok ini berhasil mengadakan wisata ke Bhakti Alam – Pasuruan. Sebuah keinginan bersama yang telah lama terpendam dan belum pernah bisa diwujudkan.

Minggu pagi di depan Kantor Jawa Pos di Karah Agung nampak ibu-ibu berkaos orange. Itulah anggota kelompok 443 yang sedang menunggu teman-temannya untuk berangkat bersama ke Bhakti Alam – Pasuruan. Mereka nampak ceria dan saling besenda gurau.

Kelompok yang dikoordinir Ibu Endang Irowati selaku PJ 1 dan Ibu Ratna, PJ 2 ini beranggotakan 22 ibu. Sayang dalam wisata ini hanya 19 anggota yang ikut. Sebetulnya semua ingin ikut, tapi ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan. Tak ketinggalan Ibu Ani Isnawati selaku PPL juga ikut serta. Bahkan saat itu, ia juga membawa mie goreng untuk dinikmati bersama.

“Sepagi ini sudah membawa 2 kresek bungkusan mie, bangunnya jam berapa Bu Anie ? jangan-jangan tidak tidur untuk membuat mie,” goda Ibu Ely yang sehari-hari bekerja sebagai sekretaris redaksi di majalah LIBERTY.  Bu Anie yang sudah akrab dengan kelompok 443 menjawab dengan santai. “Oaalah ya tetap tidur, membuat ini tidak repot kok bu, ”katanya sambil tersenyum.

Setelah semua kumpul dan berada di bus, Ibu Hj. Novayanti, wartawan Memorandum yang baru saja pulang dari haji memimpin do’a. Bersamaan dengan itu, bus mulai melaju meninggalkan pelataran Jawa Pos Karah Agung. Beban kerjaan di dikantor, dirumah termasuk hutang di SBW, sejenak dilupakan, yang ada kegembiraan, canda tawa bersama. Tak mengherankan, ketika diputar lagu nostalgia yang sahdu, anggotapun langsung protes agar diganti dengan lagu yang penuh semangat dan membuat badan bergoyang. “Jogete Mbak Cicin lueeeko reeek,”komentar Ibu Indah dan Ibu Meitha dari Ototrend grup.

Tak terasa dalam hitungan tidak sampai 2 jam perjalanan sudah sampai di Bakti Alam. Udara mulai panas namun suasana hati anggota kelompok 443 adem ayem karena riang gembira.  Apalagi saat keliling kebun buah dengan naik kereta kelinci, tentu saja suasana semakin heboh dan seru. Ingatanpun kembali ke masa anak-anak. Sayangnya saat itu hanya ada blimbing, semangka dan melon. Sementara buah duren yang telah menjadi incaran, ternyata juga belum berbuah. Untungnya keinginan itu bisa terobati dengan suguhan ice cream rasa durian yang mak nyuues.

Rekreasi bersama ini dirasa sangat mengesankan. Maklum sejak dibentuk tahun 1998, kelompok 443 belum pernah mengadakan rekreasi bersama. Kesibukan, baik dikantor maupun keluarga membuat rencana rekreasi bersama selalu tertunda. Itulah sebabnya, begitu merasakan asyiknya rekreasi bersama, merekapun ingin mengulanginya kembali.  “Ayo mari ngene nang Solo,” tukas Ibu Riamah Hartono yang sehari-hari menjadi staf pimpinan di majalah Aureela. Celetukan itupun langsung dijawab oleh ibu-ibu, setunjuuuu.

Bagi anggota kelompok 443, rekreasi tersebut bagaikan reuni karyawati dan mantan wartawan majalah LIBERTY. Setidaknya ada 10 anggota yang berasal dari majalah LIBERTY. Kini anggota kelompok 443 banyak yang berasal dari Majalah Jayabaya seperti Ibu Tatik, Ibu Mulik, Ibu Suparmiati dan Ibu Endang Irowati. Disamping itu juga ada yang dari Harian Memorandum dan Majalah Aureela. Selain itu juga ada dari kalangan usaha diantaranya Ibu Uswatun, Ibu Susy, Ibu Drh. Mufit. (endang)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel lainnya dengan kategori Seputar SBW