Berkembang dengan Derap Kebersamaan
Telp. +62 (0)31 8434055
Menjawab Tantangan Meraih Kepercayaan SBW Small

Menjawab Tantangan Meraih Kepercayaan

Diskusi Penanggung Jawab (PJ) kelompok sudah menjadi agenda rutin tahunan Kopwan Setia Bhakti Wanita. Kegiatan yang digelar dua kali dalam setahun ini sebagai upaya mengkomunikasikan ……

Model Pengembangan SBW SBW Small

Model Pengembangan SBW

Berawal dari wilayah satu kecamatan. Kemudian berkembang menjadi beberapa kecamatan di wilayah Surabaya. Berkembang lagi, mencakup seluruh wilayah Surabaya. Bahkan perkembangan selanjutnya sudah melebar ke ……

450 Anggota SBW Berangkat ke Lombok SBW Small

450 Anggota SBW Berangkat ke Lombok

Akhirnya hari yang dinanti-nantikan itu datang juga. Hari dimana, 450 anggota Kopwan SBW mulai diberangkatkan ke Pulau Lombok untuk berkaryawisata. Kloter pertama diberangkatkan dari Bandara ……

Konsekuensi Jasa Turun SBW Small

Konsekuensi Jasa Turun

Sudah menjadi keputusan Rapat Anggota, jasa diturunkan dari 1,8% menjadi 1,6% dan dari jasa tersebut 0,15% masuk DBA. Keputusan tersebut berlaku setelah pembayaran tanah Desa ……

Syarat Menjadi Pengurus & Pengawas SBW Small

Syarat Menjadi Pengurus & Pengawas

Tahun 2016 merupakan tahun terakhir bagi Pengurus dan Pengawas masa bhakti 2014-2016. Pada RAT yang diselenggarakan dibulan Pebruari 2017 nanti akan dilaksanakan pemilihan Pengurus dan ……

Rombongan Ke 4 Dari Semarang SBW Small

Rombongan Ke 4 Dari Semarang

Nampaknya Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang ingin menumbuhkan banyak koperasi wanita yang menerapkan system tanggung renteng. Setidaknya hal itu telah dibuktikan dengan mengirim 4 ……

Kiprah

Sebagaimana ketentuan dalam perkoperasian, Kopwan Setia Bhakti Wanita juga menyisihkan 2.5% dari SHU untuk dana sosial. Dana ini dialokasikan untuk santuan kematian bagi anggota maupun keluarga anggota, anggota yang mengalami musibah, bea siswa bagi putra-putri anggota yang berprestasi dengan persyaratan tertentu dan sumbangan yang sifatnya temporer sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. Disamping dana sosial Kopwan SBW juga menyisihkan 2.5% dari SHU sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Dana itu dikelola oleh tim SBW Peduli. Sedang penyalurannya dalam bentuk santunan, pemberdayaan dan beasiswa ditingkat SD hingga SMU. Selain itu juga ada dana kebersamaan yang dihimpun dari setiap anggota sebesar Rp.200,- untuk diberikan kepada anggota yang meninggal. Sedang dana pendidikan digunakan untuk peningkatan kualitas SDM baik anggota maupun pengelola koperasi. Setiap tahun diadakan pelatihan ketrampilan usaha ekonomi bagi anggota dengan maksud agar ada peningkatan penghasilan keluarga mereka. Disamping itu, anggota juga mendapatkan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas diri, seperti pelatihan kepribadian, kepemimpinan, outbond. Sementara peningkatan kualitas SDM bagi pengelola diantaranya dengan mengikutsertakan karyawan pada seminar ataupun pelatihan.

Syarat menjadi anggota

  1. Membuat Surat Permohonan
  2. Membentuk kelompok anggota, minimal 15 orang
  3. Memilih dan mengangkat Penanggung Jawab Kelompok sebanyak 2 (dua) orang
  4. Menyerahkan pas photo berwarna ukuran 3 x 4 sebanyak 4 (empat) lembar terbaru
  5. Foto copy KTP suami-istri sebanyak 1 (satu) lembar
  6. Foto copy KSK sebanyak 1 (satu) lembar
  7. Membayar Simpanan Pokok sebesar Rp. 500.000,- per orang. Diangsur minimal 2 (dua) bulan dan maksimal 5 (lima) bulan
  8. Membayar Simpanan Wajib minimal sebesar Rp. 10.000,- setiap bulan, maksimal Rp. 300.000,-
VISI & MISI

VISI & MISI

Close

Dalam rangka untuk tetap memberikan pijakan arah perjuangan agar tidak terjadi disorientasi, Kopwan Setia Bhkati Wanita tetap berpegang teguh pada visi dan misinya.

Visi

Terwujudnya Koperasi Wanita "Setia Bhakti Wanita" sebagai organisasi pembelajar yang handal dan tangguh, didukung oleh sumber daya manusia profesional yang mampu memberi pelayanan yang bermanfaat bagi peningkatan kemampuan ekonomi maupun kesejahteraan anggotanya, serta berbagai pihak lain yang terkait.

Misi

Dengan tertib dan konsisten, selalu mengupayakan optimalisasi pelayanan anggota secara harmonis dalam pelaksanaannya, yaitu antara kemampuan organisasi dengan kebutuhan para anggotanya atau masyarakat di sekitarnya. Hal itu akan dilakukan melalui penerapan sistem tanggung renteng yang efektif dan efisien serta didukung dengan pemanfaatan berbagai peluang yang tersedia, serta aplikasi penerapan dari perlakuan profesional bagi semua personil pelaksana yang memiliki ketrampilan dan komitmen.