Karyawan SBW Senam Otak

Karyawan SBW Senam Otak

senam otak

Pelatihan senam otak. Memang tema itu yang lebih menonjol. Walaupun pelatihan untuk karyawan yang diselenggarakan pada 23 Agustus 2016 itu bertemakan Leadership Spirituality. Dalam pelatihan ini Kopwan SBW menggandeng Thanks Institute Indonesia. Sebuah lembaga pelatihan yang pertama kali meluncurkan metode senam otak.

Dalam pelatihan ini para karyawan lebih banyak diajak melakukan perenungan. Diantaranya sebuah perenungan terhadap perjuangan seorang ibu untuk menemukan motivasi dasar. Perjuangan ibu untuk anak anaknya yang dilandasi keikhlasan itulah yang kemudian dikaitkan dengan etos kerja. Dengan demikian setiap karyawan bisa menjadi ibu untuk anak-anaknya, sebagai ayah untuk anak-anaknya dan sebagai karyawan untuk perusahaan tempat ia bekerja.

Sedang untuk senam otak, para karyawan diajak melakukan gerakan duduk bersimpuh lalu tubuh direbahkan ke belakang. “Gerakan tersebut di samping untuk kesehatan dan kebugaran juga untuk mangaktifkan syaraf-syaraf kejujuran. Bahkan bila dilakukan terus menerus akan memunculkan kemampuan melihat sesuatu yang irasional. Semua itu nantinya juga akan membentuk pola pikir yang tidak hanya sekedar apa yang terlihat. Tapi juga bisa melihat dan menganalisa semua aspek yang melingkupinya” ujar Syamsul Bahri, Instruktur Tanks Institute Indonesia yang khusus membimbing senam otak.

senam otak 2

Pada kesempatan tersebut Ketut Abid Halimi selaku CEO dan pendiri Tanks Institut Indonesia mengajak untuk introspeksi. Dalam hal ini, dimulai dengan pembahasan tentang usia. Menurutnya usia itu terbagi menjadi usia dalam arti jasad, fungsional dan usia iman. Usia jasad dihitung mulai lahir hingga kini. Sedangkan usia fungsional dihitung dari penggunaan usia untuk hal-hal bermanfaat atau kesia-siaan. Usia iman dihitung dari penggunaan usia untuk beribadah pada Tuhan.

Dari pembahasan tersebut kemudian disimpulkan, ternyata usia manfaat dan usia iman terlalu pendek dan sangat tidak sebanding dengan kenikmatan yang telah dianugrahkan Tuhan. Untuk menebus kekurangan itu disarankan untuk menjadikan semua aktivitas kehidupan menjadi sajadah di hadapan Tuhan. Termasuk menjadikan bekerja sebagai ibadah. (gt)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel lainnya dengan kategori Seputar SBW