Menangkap Peluang Usaha Kue Hias

Menangkap Peluang Usaha Kue Hias

Saat ini ada kecenderungan bahwa kue tidak hanya dinikmati rasanya tapi juga keindahan bentukannya. Bagi anggota SBW, fenomena tersebut telah ditangkap sebagai peluang usaha. Itulah sebabnya pada Rapat Anggota yang digelar pada Desember 2014 lalu telah disepakati  2 jenis pelatihan ketrampilan yang terkait dengan menghias kue.

tart hias

Dalam RK-RAPB 2015 telah disepakati 6 jenis pelatihan ketrampilan yang dilaksanakan sepanjang tahun 2015. Dari 6 jenis pelatihan ketrampilan tersebut, dua diantaranya adalah pelatihan ketrampilan menghias kue. Ketrampilan tersebut adalah Puding Art dan Tart Decoration. Untuk pelatihan kedua jenis ketrampilan ini, Kopwan SBW menggandeng Juliana Jiu Dias, penulis buku Puding Art untuk pemula.

Pelatihan ketrampilan menghias pudding  telah dilaksanakan pada akhir Juni yang diikuti 322 peserta. Sedangkan pelatihan ketrampilan menghias kue tart telah dilaksanakan pada Agustus lalu yang diikuti 92 anggota. Dalam pelatihan ini dibagi menjadi 4 kelas yang digelar selama dua hari. Sedang temanya adalah Tart Decoration Korean style.

“Dalam pelatihan ini, bukan diajarkan bagaimana membuat kue tart. Tapi bagaimana menghiasnya dengan gaya korea yang sedang trend saat ini. Harapannya tentu ketrampilan tersebut bisa dikembangkan sebagai lahan usaha. Menurut Ibu Juliana, untuk sebuah tart decoration yang bagus dan enak, harganya bisa nyampai Rp 600 ribu. Ini peluang usaha yang bagus dan jangan disia-siakan,” ujar Ibu Indri, Ketua I Kopwan SBW dalam kata sambutannya pada saat technical meeting.

Meski selama dua hari itu di gedung III ada pelatihan menghias kue tart, tapi tidak tercium aroma kue. Karena memang dalam pelatihan itu tidak ada proses membuat kue. Dalam hal ini peserta tinggal membawa peralatan seperti meja dan pisau kue. Sedangkan untuk bahan telah disediakan oleh instruktur dan peserta tinggal memesannya.

Dalam pelatihan tersebut, ibu-ibu anggota nampak begitu antusias. Mereka bebas berkreasi menghias kue yang ada didepannya. Tentu saja setelah mendapat pengarahan dari instruktur tentang cara menghias kue tart ala Korea. Meski waktu yang disediakan sekitar 4 jam, tapi nampaknya hampir semua peserta bisa menyelesaikannya. Kue dengan diameter 16 cm telah dipenuhi hiasan warna-warni bunga berbahan kreamer. Hasil karya itupun bisa dibawa pulang.

Satu lagi ketrampilan telah dimiliki, tapi tentu tidak hanya berhenti sampai disitu. Sebab ketrampilan tersebut harus terus dikembangkan mengikuti trend yang ada. Harapannya tentu, ditengah sulitnya ekonomi saat ini, ketrampilan tersebut bisa menambah satu lagi jenis usaha yang akan memperkuat ekonomi keluarga. Semoga… (gt)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel lainnya dengan kategori Seputar SBW