Dari Iseng Upload Foto Masakan, Kini Jadi Usaha

Dari Iseng Upload Foto Masakan, Kini Jadi Usaha

Masak

Buah jatuh memang tidak jauh dari pohonnya. Kalau saat ini Ibu Naning Suci menekuni usaha catering, hal itu wajar. Mengingat usaha tersebut juga dilakukan oleh nenek dan ibunya.

Berkah puasa, itulah yang dirasakan Ibu Naning Pj 1 kelompok 171. Bagaimana tidak, sejak memasuki bulan puasa pesanan terus mengalir. Pesanan masakan untuk acara berbuka bersama hampir ada setiap hari. Kemudian disusul lagi dengan pesanan berbagai jenis kue kering untuk lebaran.

“Seminggu sebelum lebaran, terpaksa saya harus close order. Bila tidak, bisa-bisa kita nggak ikut berlebaran, kasihan keluarga. Tapi dihari lebaran itupun ada yang tetap memaksa untuk dimasakan buat hidangan makan. Ya… sudah saya terima pesanan itu sekalian untuk masak keluarga dan saya kerjakan bersama adik,” tukas Ibu Naning Suci.

Ibu Naning Suci dan adiknya memang sama-sama mempunyai usaha catering. Walaupun mempunyai pelanggan yang berbeda, tapi tidak jarang kakak beradik ini berkolaborasi dalam menyelesaikan pesanan. Bahkan kini adik ipar Ibu Naning juga ikut menekuni usaha catering.

Memang Ibu Naning telah menjadi inspirasi bagi adik-adiknya dalam usaha catering. Padahal awalnya Ibu Naning sendiri tidak ada niatan sedikitpun untuk membuka usaha catering. Bahkan dia juga tidak tertarik untuk menekuni masak memasak. Walaupun sang nenek mempunyai usaha catering. Begitu pula dengan sang ibu yang sangat piawai dalam mengelola berbagai masakan.

Bagi Ibu Naning Suci, dunia kerja dan meniti karier disebuah perusahaan adalah yang lebih menarik. Hal itupun dibuktikannya dengan bekerja disebuah perusahaan Korea yang berada di Tangerang. Diperusahaan itupun ia berada diposisi sebagai HRD.

Tapi perubahan terjadi ketika ia hamil kemudian mengalami keguguran. Peritiwa itu membuatnya harus mengambil keputusan untuk berhenti dari pekerjaan. Keputusan itupun mendapat dukungan suami. Sehingga pada 2003 ia resmi mengundurkan diri dari pekerjaan dan ingin fokus pada calon buah hati mereka.

Ketika sang buah hati sudah berusia 4 tahun, hasrat Ibu Naning untuk bekerja kembali muncul. Tapi ditengah hasrat yang menggebu itu, terlintaslah fikiran untuk bisa tetap dirumah agar bisa mengasuh anak. Ditengah kegalauan itu pula ia mencoba memasak ikan gurami asam manis, kemudian di upload melalui BB.

“Keisengan saya itu ternyata direspon positif oleh teman-teman. Sampai ada yang bertanya saya bisa masak apa saja. Dari jawaban saya, akhirnya banyak yang pesan. Walaupun saya tidak bisa masak, tapi saya tidak kuatir karena ada ibu yang jago masak. Setiap masakan ibu saya upload. Kalau dapat pesanan, ibu yang masak, saya yang ngerdusi,” tukas Ibu Naning mengenang awal perjalan usahanya.

Tapi nampaknya sang ibu tidak menginginkan putrinya terus bergantung kepadanya. “Ibu saya bilang kalau mau usaha jangan begini caranya. Sejak itulah saya dipaksa untuk menguasai seluk beluk dalam usaha catering. Jadi bukan hanya masalah mencari order saja tapi juga harus tahu bagaimana berbelanja hingga memasak,” kenang Ibu Naning.

Memang bukan hal mudah bagi Ibu Naning untuk melaksanakan anjuran ibunya. Tapi dibawah bimbingan sang Ibu, ia terus mencoba dan mencoba berbagai masakan untuk dimakan sendiri. Walau bukan hanya sekali dua kali, masakannya berantakan rasanya. Sedangkan untuk pesanan selalu dibawah kontrol langsung sang ibu. Sehingga tidak sampai mengecewakan pelanggan.

Masak

Seiring dengan perjalanan waktu, usaha catering Ibu Naning semakin eksis. Bahkan setahun setelah memulai usaha catering, Ibu Naning mulai merambah pada pesanan kue. Bukan hanya kue kering tapi juga kue basah. Tapi lagi-lagi, untuk memulainya tidak lepas dari pantauan sang ibu. Disamping itu ia juga sering mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh Kopwan SBW.

“Saya banyak berterimakasih pada SBW. Kita sebagai anggota sudah dipinterkan dengan berbagai pelatihan. Bahkan untuk permodalan juga sangat dimudahkan. Jadi untuk menjadi wirausaha di SBW itu peluangnya sangat besar. Saya sendiri, pinjaman SP 1 biasanya saya gunakan untuk membeli peralatan baru,” tukas Ibu Naning.

Diakui pula, saat ini peluang untuk berkemang juga cukup besar. Diantaranya ditunjang dengan adanya Forum Komunikasi Jaringan Usaha (FKJU). Ibu Naning yang tergabung dalam FKJU – catering ini sudah beberapa kali merasakan menggarap pesanan jumlah besar secara bersama-sama. Diantaranya untuk konsumsi Rapat Anggota.

“Salah satu yang paling berkesan itu adalah ketika kita mendapat pesanan 1500 kotak. Kita mengerjakannya disalah satu rumah anggota FKJU dibawah koordinasi Ibu Durilan. Walaupun masing-masing dari kita adalah pemilik usaha catering, tapi saat itu kita menyatu sebagai tim yang bekerja bersama-sama. Suatu yang indah dan sampai sekarang kita tetap terhubung sebagai saudara,” kenang Ibu Naning.

Kedepan, Ibu Naning ingin terus mengembangkan usahanya yang terkait dengan masak-memasak. Melalui usahanya itu, ia ingin melibatkan ibu-ibu dilingkungan sekitar Ketintang Timur PTT. Harapannya, mereka bisa menambah penghasilan untuk keluarganya. Kalau saat ini baru ada 2 ibu yang terlibat, kedepan bisa lebih banyak lagi yang terlibat seiring dengan berkembangnya usaha. (gt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel lainnya dengan kategori Seputar SBW