Seluruh Anggota Kelompok 381 Warga Satu RT

Seluruh Anggota Kelompok 381 Warga Satu RT

Kelompok 381

Meski jumlah anggotanya kebanyakan Lansia, tapi jangan tanya soal kedisiplinan dan rasa tanggung jawabnya. Terbukti, selama 23 tahun berjalan, kelompok ini tidak pernah mengalami guncangan yang berarti. 

Mobilitas masyarakat saat ini sangat tinggi. Tak mengherankan bila banyak kelompok yang tempat tinggal anggotanya terpencar. Tapi tidak demikian dengan kelompok 381 yang berada diwilayah Karang Rejo Sawah Kelurahan Wonokromo. Semua anggota kelompok ini adalah warga RT IV-RW III Kelurahan Wonokromo.

“Warga RT IV itu jumlahnya sekitar 100 KK. Dari jumlah itu, 30 ibu menjadi anggota kelompok 381. Memang ada satu anggota yang rumahnya sekarang di deaerah Medokan – Rungkut. Tapi KTP nya masih Karang Rejo Sawah, RT IV- RW III. Alhamdulillah ia tetap aktif hadir dipertemuan kelompok. Enaknya kalau rumah anggota itu berdekatan, kita bisa saling mengingatkan,” tukas Ibu Sarno PJ I kelompok 381.

Karena tempat tinggal berdekatan, tak mengherankan bila mereka datang ke pertemuan kelompok juga berombongan. Seperti pada pertemuan kelompok bulan Desember lalu. Ketika jarum jam mendekati angka empat, nampak rombongan ibu-ibu berjalan mendatangi Balai RT IV yang berada di Karang Rejo Sawah I.

Bagi yang tidak tahu, mungkin mengira rombongan ibu-ibu tersebut akan menghadiri kegiatan karang werdha (organisasi Lansia tingkat kelurahan-red). Karena memang rombongan tersebut terdiri dari para Lansia. “Anggota kita itu sudah banyak yang sepuh. Kalau dihitung dari jumlah anggota yang 30 orang itu, hanya 10 anggota yang tidak masuk kategori Lansia,” ujar Ibu Sarno yang ditanggapi senyum oleh anggota yang mendengar.

Tapi jangan salah, meski anggota kelompok 381 didominasi Lansia, bukan berarti kelompok ini pasif. Justru para lanjut usia (Lansia) inilah yang paling aktif dalam kelompok, termasuk Ibu Sarno, PJ I nya. Bahkan dari yang hadir, terlihat hampir 80 % adalah anggota yang masuk kategori Lansia.

Semangat kebersamaan, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab mereka juga tidak diragukan. Setiap yang datang langsung menuju ke meja PJ yang sudah terhampar daftar absen, lembar tagihan dan lembar konfirmasi. Satu per satu form tersebut dipelototi untuk ditanda tangani setelah mengecek angka-angka yang tertera disitu sudah sesuai dengan yang dibayarkan.

Nampaknya anggota kelompok 381ini telah menyadari akan hak dan kewajibannya. Mereka menyadari bahwa apa yang dilakukan tersebut sebagai hak kontrol anggota kepada PJ dan Koperasinya. Tentu saja tujuan dari semua itu untuk meminimalkan resiko dan demi kebaikan bersama agar kelompok bisa berjalan tanpa masalah.

Semangat para Lansia inipun terlihat ketika memekikkan yel-yel dan menyanyikan mars SBW. Pekikan yel-yel yang dipandu Ibu Bambang, PJ II itu juga terdengar begitu kompak. Begitu pula ketika Ibu Ginting menjadi dirijen untuk menyanyikan mars SBW. Suara yang terdengar seakan menyiratkan sebuah semangat kebersamaan dan kebanggaan sebagai anggota SBW.

Kebersamaan yang berhasil dibangun oleh anggota kelompok 381 ini tentu juga tidak luput dari adanya saling percaya antar anggota. Rasa saling percaya itupun terpupuk karena masing-masing anggota disiplin dalam melaksanakan kewajibannya. Tak mengherankan bila kata setuju saat musyawarah SPP bisa diberikan tanpa proses panjang. Karena memang, anggota yang mengajukan SPP tidak punya catatan kondite jelek.

“Kelompok 381 ini merupakan pecahan dari kelompok 277. Saya termasuk yang memprakarsai terbentuknya kelompok 381 pada tahun 1993. Alhamdulillah selama 23 tahun kita berkelompok, tidak pernah terjadi TR. Semua kewajiban telah dibayarkan sebelum hari pertemuan dan pembayaran terakhir saat pertemuan,” tandas Ibu Sarno yang menjadi anggota sejak 1990.

Kelompok 381

Memang saat pertemuan kelompok, tidak nampak adanya kesibukan pembayaran kewajiban. PJ I hanya melakukan pengecekan kelengkapan pembayaran antara catatan dan uang yang ada. Itulah sebabnya, proses pertemua kelompok relativ lebih cepat. Setidaknya proses mulai dari pembukaan, pembacaan notulen, musyawarah SPP, pengarahan PJ, pengarahan PPL hingga pertemuan ditutup, hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari satu jam. (gt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel lainnya dengan kategori Dinamika Kelompok